Home / Olahraga / Peran Ilmu FAAL Olahraga untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Menembak

Peran Ilmu FAAL Olahraga untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Menembak

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang olahraga, jadi ini merupakan artikel pertama yang membahas mengenai olaharaga yang pada saat ini mencangkup untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Menembak. Bahasan menembak ini saya bagi karena sekalian saya memahami tentang peran ilmu faal itu seperti apa dalam olahraga menembak, karena salah satu olaharaga yang saya favorite kan adalah menembak, di kabupaten Cianjur pada saat Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) tahun 2013 (kalau tidak salah) saya mendapat dua medali emas untuk cabang olahraga (cabor) menembak senapan air rifle match dan air rifle pistol. Kemudian kemarin pada tanggal 10 Maret 2017 saya ditelpon oleh Ketua PERBAKIN Cianjur yaitu om Harry Firmansyah, S.T. untuk pendataan atlet PORDA 2018, sebenarnya pada saat porda lalu saya mengikuti seleksi untuk atlet porda juga, namun tidak lolos hanya terpaut satu sampai tiga orang saja (kalau tidak salah) agar bisa ikut latihan persiapan porda.

Dengan sering berlatih dan memahami ilmu-ilmu yang sesuai dengan cabangnya bisa meningkatkan level terhadap yang ingin dicapai, maka dari itu saya bagikan sekalian memahami bagaimana peran ilmu faal dalam neningkatkan prestasi atlet menembak. Artikel ini saya dapatkan dari hasil Penataran C Nasional, Bandung 26 – 28 Februari 2013 dengan materi Ilmu Faal & Anatomi oleh Bpk. Prof. Dr. A. Purba, dr.,MSc.,AIFO.

PERAN ILMU FAAL OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI ATLET MENEMBAK

I. PENDAHULUAN

Faktor utama untuk mencapai prestasi Atlet Menembak menerapkan IPTEK Olahraga / FAAL Olahraga
  1. Kondisi Fisik (sports medicine)
  2. Teknik/Strategi
  3. Kesiapan Mental

Prestasi puncak atlet menembak dapat dicapai dengan :

  1. Menerapkan iptek olahraga
  2. Penerapan iptek akan membantu proses percepatan peningkatan  prestasi atlet
    – Menerapkan ilmu faal/faal olahraga
    – Melibatkan tenaga2 ahli terkait

II. TES KONDISI FISIK / TES FISIOLOGI ATLET / TES EVALUASI FUNGSIONAL UNTUK PENYUSUNAN PERIODISASI LATIHAN PADA ATLET MENEMBAK 

2.1 Prosedur Tes Kondisi Fisik/Tes Evaluasi Fungsional.
Tahapan-tahapan Pemeriksaan
Prosedur Tes Kondisi Fisik/Tes Evaluasi Fungsional
Manfaat Tes Kondisi Fisik/Tes Fisiologi/Tes Evaluasi Fungsional Atlet Menembak :
  • Seleksi atlet menembak
  • Merencanakan program latihan/takaran latihan (ahli ilmu faal orpelatih+atlet)
  • Keberhasilan latihan (dalam periodisasi latihan)
  • Memprediksi prestasi atlet
2.2 Upaya Meningkatkan Prestasi Atlet Menembak Melalui Program Periodisasi Latihan
Prestasi tinggi tergantung dari program latihan yangg didesain dengan :
  1. Baik
  2. Benar
  3. Komprehensif
  4. Takaran latihan yang terukur dan sesuai degan cabor
Latihan dirancang → periodisasi latihan berdasarkan hasil tes / evaluasi fungsional
2.3 Periodisasi Latihan Untuk Atlet Menembak
Periodisasi latihan terdiri beberapa tahap :
* Tahap persiapan (3 – 4 bln):
     – tahap persiapan umum (2 – 2,5 bln) (tpu)
     – tahap persiapan khusus (2 – 2,5 bln) (tpk)
* Tahap pertandingan (4 – 5 bln) :
       – tahap pra pertandingan (2 – 3 bln) (tpp)
       – tahap pertandingan utama (3 – 4 bln) (tput)
* Transisi (4 – 5 minggu)

2.4 Tahap Persiapan Umum (TPU)
Latihan untuk meningkatkan komponen fisik atlet menembak :

  • kapasitas aerobik
  • kelentukan
  • kekuatan otot

Catatan :

  • Kapasitas aerobik → kapasitas   anaerobik/stamina/speed endurance
  • Kekuatan → power → daya tahan otot
  • Kelentukan → kelincahan
  • Pemberian dosis latihan harus tepat
  • Pada TPU : volume latihan berkisar 75-80%, intensitas latihan 60-70% (lthn diutamakan untuk kondisi fisik, dapat diberi latihan teknik/skill)
2.5  Tahap Persiapan Khusus (TPK)
Komponen fisik yang dilatih sesuai dengan kebutuhan pada cabang olahraga menembak.
Komponen fisik yang predominan bagi atlet menembak:

  1. Daya tahan umum (VO2 maks)
  2. Kekuatan:
    a. Otot lengan & bahu
    b. Otot tungkai
  3. Daya tahan otot:
    a. Otot lengan & bahu
    b. Otot tungkai

Catatan :
Volume latihan 70%

2.6 Tahap Pertandingan
Tahap Pertandingan (4 – 5 bln) :
  • Tahap pra pertandingan (2 – 3 bln) (tpp)
  • Tahap pertandingan utama (3 – 4 bln) (tput)
Tahap Pra Pertandingan pada tahap ini dilatih :
  • Taktik &  strategi
  • Uji coba
  • Mempertahankan kondisi fisik  atlet menembak
Tahap Pertandingan Utama
Diharapkan potensi fisik ,teknik, taktik, mental sudah maksimal. (taktik yg spesifik diberikan sesuai cabang olahraga menembak)
2.7  Tahap Unloading
Pada tahap ini ada beberapa yang harus diperhatikan :
  1. beban latihan diturunkan 10 – 14 hari menjelang pertandingan
  2. 1 minggu pertama intensitas latihan diturunkan, lat. 2 sesi dan ringan/hari.
  3. 1 minggu menjelang pertandingan latihan beban di  stop.
2.8 Tahap Transisi (4-5 minggu)
Memulihkan Kondisi Fisik Dan Kondisi Psikis Atlet Menembak
Perencanaan ltaihan yang kurang baik dapat menyebabkan prestasi pucak atlet dicapai sebelum atau sesudah pertandingan
Atlet mencapai prestasi puncak sebelum pertandingan ok:
  • Atlet dilatih dengan beban latihan yg terlalu berat
  • Memaksa atlet berprestasi puncak dalam waktu yang cepat
  • Kurang memberi kesempatan istirahat untuk pemulihan fisik psikologis
  • Jadwal uji coba yang terlalu berat dalam tahap pra pertandingan dan atau dalam tahap pertandingan utama
Atlet mencapai prestasi puncak setelah pertandingan utama selesai disebabkan ok:
  • Latihan terlalu ringan atau persiapan yang kurang matang
  • Program unloading tidak dirancang secara tepat, sehingga tahap over kompensasi tidak muncul pada pertandingan utama, namun seusai pertandingan
Latihan konsentrasi:
  • Sebelum latihan fisik
  • Sebelum latihan teknik/strategi
Aklimatisasi 
Adaptasi fisiologis terhadap panas selama 10-12 hari
Adaptasi fisiologis terhadap peralatan pertandingan selama 6-12 bulan
Masase
  1. Sebelum pertandingan
  2. Selama pertandingan
  3. Sesudah pertandingan/latihan

III. KESIMPULAN

Prestasi puncak atlet menembak dpt dicapai dgn:
  1. Penerapan IPTEK olahraga sangat penting dalam penyusunan periodisasi latihan berdasarkan hasil tes kondisi fisik/tes evaluasi fungsional.
  2. Penyusunan periodisasi latihan disusun pelatih berdasarkan hasil tes kondisi fisik/tes evaluasi fungsional.
  3. Perlu pemahaman pentingnya takaran/dosis latihan untuk meningkatkan prestasi atlet menembak → berdasarkan respon fisiologis atlet menembak, masase, aklimatisasi terhadap cuaca panas, adaptasi penggunaan alat dan latihan konsentrasi.

About Susantokun

Seorang pemuda tampan yang sedang berjuang untuk mencari modal nikah.
Lahir di Bumi ini atas perjuangan Ayah dan Ibu yang senantiasa membuat dan mengeluarkan sehingga lahirlah Susanto pada tanggal 27 Maret 1996 di Cianjur – Jawa Barat.

  • kalau sya ga pernah olahraga nembak.soalnya ga punya..tpi boleh juga ilmunya gan..jadi lebih tau walaupun ga pernah di praktekan..haha

  • sulitnya olahraga menembak itu konsentrasi..butuh konsenstrasi super (y)

  • Btuh konsentrasi untuk bisa mencapai tujuan yang akan di capai

  • Btuh konsentrasi untuk bisa mencapai tujuan yang akan di capai

  • thank infonya min

error: Content is protected !!