Home / Education / Science / Gempa Bumi: Pengertian, Klasifikasi dan Alat Pengukurnya

Gempa Bumi: Pengertian, Klasifikasi dan Alat Pengukurnya

Gempa Bumi: Pengertian, Klasifikasi dan Alat PengukurnyaSusantokun. Gempa bumi menjadi fenomena alam yang tidak asing lagi bagi seluruh penduduk bumi. Sobat tentu juga tidak aneh lagi dengan gempa bumi mengingat Indonesia pernah beberapa kali mengalaminya. Dari gempa yang menimbulkan kerusakan paling ringan hingga berat sampai memakan korban dan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebagai fenomena alam, gempa bumi telah banyak dipelajari sehingga mudah dijelaskan dan dapat diantisipasi kehadirannya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi yang cukup banyak.

Gempa Bumi Pengertian, Klasifikasi dan Alat Pengukurnya

Gempa Bumi: Pengertian, Klasifikasi dan Alat Pengukurnya

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi banyak diartikan sebagai getaran dari kerak bumi. Munculnya getaran ini disebabkan adanya patahan atau kulit bumi yang bergeser. Biasanya gempa bumi ini timbul karena adanya kekuatan yang berasal dari dalam bumi itu sendiri seperti gejala tektonik dan juga vulkanisme. Menurut para ahli, gempa bumi yang menghasilkan energi paling besar kekuatannya disetarakan dengan ledakan bom atom pertama.

Pada daerah-daerah yang rawan gempa seperti di Jepang, gempa bumi terjadi secara rutin bahkan dalam satu tahun bisa terjadi berkali-kali. Sementara pada daerah lain, dalam satu tahun gempa bumi dapat terjadi tidak cukup sering, hanya sekali atau dua kali bahkan tidak pernah terjadi. Biasanya kerusakan paling parah akan terjadi pada bagian pusat gempa atau hiposenter. Dan pusat gempa ini biasanya berada dalam kedalaman 70 hingga 700 km di bawah permukaan bumi.

Pusat gempa atau hiposenter dan banyak orang menyebutnya sebagai episenter dibedakan menjadi dua tipe. Hiposenter yang pertama adalah garis. Hiposenter garis ini merupakan pusat gempa yang disebabkan oleh patahan kerak bumi. Sementara hiposenter yang kedua adalah titik yang merupakan pusat gempa karena disebabkan oleh gunung api atau tanah longsor. Dari hiposenter ini guncangan atau getaran akan mneyebar dan membuat kerusakan di sekitarnya.

Klasifikasi Gempa Bumi

Berdasarkan kedalaman pusat gempa, maka klasifikasi gempa bumi dibedakan ke dalam 3 jenis. Yakni gempa bumi dangkal dengan hiposentrum 300 Km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi menengah dengan hiposentrum 60-300 km di bawah permukaan bumi, dan gempa bumi dangkal dengan hiposentrum 60 km dari permukaan bumi. Biasanya gempa bumi dangkal ini menyebabkan kerusakan sangat besar seperti yang terjadi di Yogyakarta, Flores dan Bali.

Klasifikasi gempa bumi juga dilakukan berdasarkan gelombang atau getaran gempa. Dibedakan atas gempa bumi akibat gelombang primer yakni getaran yang merambat dari hiposentrum memiliki kecepatan 7-14 km/ detik. Gempa akibat gelombang sekunder disebabka getaran dari hiposentrum dengan kecepatan 4-7 km/ detik. Dan gempa bumi akibat gelombang panjang disebabkan getaran dari hiposentrum dengan kecepatan 3-4 km/ detik dengan tingkat kerusakan paling parah dan dapat menimbulkan korban jiwa sangat banyak.

Selain itu gempa bumi juga dibedakan atas tipe-tipenya. Terdapat banyak tipe gempa bumi seperti gempa bumi vulkanik. Ada juga gempa bumi tumbukan yang disebabkan tumbukan meteor atau asteroid ke bumi yang jarang terjadi. Gempa bumi runtuhan biasanya terjadi di daerah pegunungan hingga tambang. Sementara itu juga ada gempa bumi buatan manusia karena ledakan dinamit. Hingga gempa tektonik karena bergesernya lempeng tektonik dengan mendadak dan berkekuatan besar hingga kecil yang menimbulkan kerusakan tidak sepele.

Alat Pengukur Gempa Bumi

Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, gempa bumi tidak lagi sulit dipelajari. Bahkan dengan semakin sering terjadinya gempa, ada banyak peralatan canggih diciptakan. Tidak hanya untuk mengantisipasi datangnya gempa bumi dan peringatan dini. Namun juga mengukur intensitas gempa dan juga mengetahui lokasi gempa. Alat untuk mengukur intensitas gempa sekaligus mengetahui lokasinya ini disebut seismograf.

Terdapat dua jenis seismograf yakni seismograf vertikal dan horizontal. Untuk seismograf vertikal digunakan untuk mencatat gelombang gempa atau seismik yang arahnya vertikal atau tegak. Alat ini terdiri dari beton juga pemberat dan pena. Saat gempa datang, pemberat tidak akan bergerak karena gerakan pemberat diserap penyeimbang. Namun saat gempa datang, pena yang diletakkan pada pemberat akan bergerak ke atas dan ke bawah sejalan dengan getaran gempa.

Sementara seismograf horizontal digunakan untuk mencatat gempa bumi dengan arah horizontal. Biasanya para petugas yang mengamati gempat akan menggunakan kedua kombinasi seismograf vertikal dan horizontal sekaligus untuk dapat mengetahui lokasi gempa. Diperlukan lebih banyak pencatat gempa atau seismograf, minimal 3 seismograf yang akan menentukan di mana letak posisi pusat dari gempa.

About Susantokun

Seorang pemuda tampan yang sedang berjuang untuk mencari modal nikah. Lahir di Bumi ini atas perjuangan Ayah dan Ibu yang senantiasa membuat dan mengeluarkan sehingga lahirlah Susanto pada tanggal 27 Maret 1996 di Cianjur - Jawa Barat.

Check Also

Mengenal Tata Surya dan Susunannya

Mengenal Tata Surya dan Susunannya

Mengenal Tata Surya dan Susunannya┬á– Susantokun. Tata surya menjadi bagian dari ilmu astronomi yang memiliki …

  • Penting nih. Apalagi untuk daerah yang memang rawan gempa. Kalau di tempat saya ga ada gempa. Gempa lokal yang iya ­čśÇ

error: Content is protected !!