Sistem Informasi – Susantokun https://www.susantokun.com Situs Edukasi, Tips dan Tutorial Fri, 14 Apr 2017 14:12:18 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.4 Faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen https://www.susantokun.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-manajemen/ https://www.susantokun.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-manajemen/#respond Fri, 14 Apr 2017 14:12:18 +0000 https://www.susantokun.com/?p=898 Faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen baik secara langsung dan tidak langsung. Ini merupakan soal dari tugas KUIS mata kuliah Sistem Informasi yang banyaknya minta ampun dan harus ditulis tangan, jawabannya sudah ada sih di ppt nya seperti pada artikel Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen tapi masih harus cari – cari referensi biar lebih lengkap. Sambil …

The post Faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen appeared first on Susantokun.

]]>
Faktor - faktor yang mempengaruhi manajemenFaktor – faktor yang mempengaruhi manajemen baik secara langsung dan tidak langsung. Ini merupakan soal dari tugas KUIS mata kuliah Sistem Informasi yang banyaknya minta ampun dan harus ditulis tangan, jawabannya sudah ada sih di ppt nya seperti pada artikel Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen tapi masih harus cari – cari referensi biar lebih lengkap. Sambil ngerjain tugasnya karena besok dikumpulkan ya sekalian juga bikin artikel deh siapa tau ada yang butuh juga, mungkin untuk 1 tahun berikutnya dikasih tugas yang sama dari dosen yang sama juga wkwkwk

Jadi soal nomor 5 begini, disuruh menjelaskan Faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen, baik langsung maupun tidak langsung, dan jawabannya adalah sebagai berikut :

Ada faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen, antara lain adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan dibagi menjadi faktor lingkungan internal dan faktor lingkungan eksternal.

A. Faktor lingkungan internal (internal environment)

Faktor lingkungan internal adalah faktor – faktor atau suatu kondisi umum yang berada di dalam lingkungan organisasi tersebut, yang termasuk ke dalam faktor lingkungan ini adalah karyawan atau pegawai, serta pemimpin manajemen.

B. Faktor lingkungan eksternal (eksternal environment)

Faktor lingkungan eksternal adalah segala sesuatu diluar batasan dari organisasi itu sendiri yang mungkin mempengaruhinya, dan ada faktor yang berpengaruh secara langsung dan tidak langsung.

1. Lingkungan eksternal mikro (faktor lingkungan yang secara langsung)

  • Penyedia (suppliers)
    Setiap organisasi sangat tergantung dari sumber untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, bahan pembantu, energi dan peralatan yang digunakan untuk proses produksi
  • Langganan (customers)
    Langganan perusahaan dapat berupa lembaga seperti sekolah, kantor pemerintah atau langganan perseorangan Dalam situasi persaingan yang ketat melalui kepuasan keinginan pelangganlah perusahaan dpt menjaga kelangsungan hidup berkembang dan mendapatkan keuntungan.
  • Pemilik / pemegang saham
  • Pesaing (competitors)
    Dengan pemahaman akan lingkungan pesaing yang dihadapi, organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya sehingga mampu untuk mengoptimalkan operasinya dengan baik.
  • Serikat buruh / pekerja
    Organisasi memerlukan pekerja atau orang yang bekerja di dalamnya dan tentunya serikat buruh atau pekerja tersebut akan lebih baik jika mempunyai kelebihan seperti keterampilan dan kemampuan yang berpengalaman demi tercapainya tujuan dari organisasi tersebut.
  • Masyarakat keuangan atau lembaga keuangan
    Suatu Organisasi tergantung pada bermacam – macam lembaga keuangan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat materi seperti bank, perusahaan asuransi termasuk pasar modal untuk menjaga dan memperluas kegiatannya.
  • Pemerintah
    Perwakilan pemerintah ini biasanya menetapkan peraturan, prosedur perijinan, dan pembatas lain untuk melindungi masyarakat.

2. Lingkungan eksternal makro (faktor lingkungan yang secara tidak langsung)

  • Perkembangan Teknologi
    Perkembangan teknologi adalah suatu kombinasi dari kemampuan yang dimiliki dengan peralatan yang digunakan manajer dalam desain, produksi dan distribusi barang serta jasa.
  • Variabel – variabel ekonomi
    Variabel variabel ekonomi adalah suatu kekuatan ekonomi yang memberikan banyak peluang dan hambatan untuk manajer sehingga dapat memberikan perubahan bagi seluruh organisasi.
  • Lingkungan sosial – kebudayaan
    Lingkungan sosial – kebudayaan adalah tekanan yang berasal dari struktur sosial dalam masyarakat di suatu negara. Struktur sosial adalah pengaturan hubungan antara individual dan grup dalam masyarakat.
  • Variabel – variabel politik – hukum
    Variabel -variabel politik – hukum adalah hasil perubahan dalam hukum dan regulasi seperti deregulasi industri, pribatisasi organisasi dan peningkatan tekanan dalam perlindungan lingkungan.

Nah itulah soal serta jawaban yang saya tuliskan pada kertas polio sebagai tugas dari mata kuliah sistem informasi yang dapat saya bagikan kepada teman – teman sekalian. Mohon maaf jika ada kekurangan dan penulisan yang kurang tepat, silahkan dikoreksi dan diberikan komentar sesuai dengan apa yang sobat pikirkan.

 

The post Faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen appeared first on Susantokun.

]]>
https://www.susantokun.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-manajemen/feed/ 0
Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen https://www.susantokun.com/gambaran-umum-sistem-informasi-manajemen/ https://www.susantokun.com/gambaran-umum-sistem-informasi-manajemen/#comments Thu, 16 Mar 2017 11:35:00 +0000 https://susantokun.com/2017/03/16/gambaran-umum-sistem-informasi-manajemen/ Sistem Informasi Manajemen. Yang akan dibahas pada artikel ini adalah mengenai gambaran umum manajemen pada sistem informasi yang meliputi pengertian atau definisi manajemen, apa itu manajemen, tingkatan manajemen, fungsi-fungsi manajemen, peran-peran manajerial, keterampilan, evolusi teori manajemen, manajemen dan lingkungan eksternal, wewenang, delegasi, sentralisasi dan desentralisasi. Namun sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa materi ini saya dapatkan …

The post Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen appeared first on Susantokun.

]]>

Sistem Informasi Manajemen. Yang akan dibahas pada artikel ini adalah mengenai gambaran umum manajemen pada sistem informasi yang meliputi pengertian atau definisi manajemen, apa itu manajemen, tingkatan manajemen, fungsi-fungsi manajemen, peran-peran manajerial, keterampilan, evolusi teori manajemen, manajemen dan lingkungan eksternal, wewenang, delegasi, sentralisasi dan desentralisasi. Namun sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa materi ini saya dapatkan dari dosen mata kuliah sistem informasi yaitu Bu Lita Karlitasari, S.Kom.,  MMSI yang dulunya ngajar Analisis perancangan sistem yang dan pada semester ini Sistem Informasi Manajemen.

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen

A. Pengertian Manajemen

Menurut James A.F. StonerManajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.”
Skema Gambaran Umum Manajemen
Skema Manajemen Sistem Informasi
Skema Manajemen Sistem Informasi
Ada 5 (lima) bagian dalam menyelaraskan dengan tujuan sistem informasi, yaitu 5M+1I
1. M-AN
2. M-ONEY
3. M-ASCHINE
4. M-ATERIAL
5. M-ETHODS
6. I-NFORMATON

Beberapa hal yang membuat manajemen haruslah ada dalam sistem informasi

  1. Tujuan yg hendak dicapai (organisasi maupun pribadi)
  2. Mengembangkan antar tujuan yg berbeda
  3. Mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pencapaian tujuan

Manajemen itu Sains atau Seni? Berikut penjelasannya

a. Manajemen sebagai Sains
  • Pendekatan melalui tahapan sistematis berdasarkan keilmuan
  • Umumnya memerlukan keahlian teknis, diagnostik dan pengambilan keputusan
b. Manajemen sebagai Seni
  • Pendekatan melalui intuisi dan perasaan berdasarkan pengalaman
  • Umumnya memerlukan keahlian konseptual, kreatifitas dan komunikasi interpersonal

B. Tingkatan Manajemen

Tingkatan Manajemen
Tingkatan Sistem Informasi Manajemen

1. Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic Planning Level)

  • Posisi : Direktur, para wakil direktur
  • Sumber informasi : > 75% eksternal
  • Bentuk Informasi : > 75% ringkas
Sistem Informasi Manajemen yang merencanakan strategi yang biasanya terdiri dari visi, misi, tujuan dan sasaran yang diambil dari 8 elemen. Memang singkat dalam segi penulisan yang ditampilkan, namun sangat banyak pertimbangan yang dianalisis demi menjadikan yang sedikit itu menjadi merata ke semua unsur yang ada.

2. Tingkat Pengendalian Manjemen (Management Control Level)

  • Posisi : Manajer wilayah, direktur produk, kepala divisi
  • Sumber informasi : 50% eksternal-internal
  • Bentuk Informasi : 50% ringkas-rinci
Harus mempunyai kemampuan manusiawi lebih banyak, karena harus bisa menyampaikan apa maksud dari manajemen puncak dan disampaikan kepada manajemen lini pertama.

3. Tingkat Pengendalian Operasional (Operational Control  Level)

  • Posisi : kepala departemen, supervisor, pimpinan proyek
  • Sumber informasi : > 75% internal
  • Bentuk Informasi : > 75% rinci

Segala sesuatu yang disampaikan oleh manajemen puncak harus dijabarkan secara rinci.

C. Fungsi – Fungsi Manajemen

  1. Planning.
  2. Organizing.
  3. Staffing.
  4. Directing.
  5. Controlling.

D. Peran-peran Manajerial

1. Interpersonal Roles

  • Figurehead
  • Leader
  • Liaison, artinya dapat menjalin hubungan dengan orang luar

2. Informational Roles

  • Monitor
  • Disseminator, artinya segala informasi yang diharuskan oleh orang internal tau maka harus disampaikan
  • Spokeperson, artinya segala informasi yang diharuskan orang luar mengetahuinya maka harus disampaikan

3. Decision Roles

  • Enterpreneur, mempunyai usaha dan ide-ide
  • Disturbance Handler, adalah sesuatu yang tidak terduga
  • Resource Allocator, adalah bisa menempatkan orang yang tepat pada situasi yang tepat dan kondisi yang tepat
  • Negotiator, artinya dapat menyelesaikan permasalahan-permasalan yang terjadi

E. Keterampilan Manajerial

1. Keterampilan Konseptual

  • Keterampilan mental untuk mengoordinasi dan memadukan semua kepentingan dan kegiatan organisasi.
  • Mendiagnosis dan menganalisis masalah dalam situasi yang berbeda-beda serta mampu mengambil keputusan atas permasalahan yang dihadapi dan memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.

2. Keterampilan Manusiawi

  • Manajer membutuhkan keterampilan manusiawi untuk bekerja dengan orang lain, berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat, memahami, dan mendorong orang lain untuk berinteraksi dengan orang per orang maupun kelompok.
  • Manajer membutuhkan keterampilan ini untuk melakukan negosiasi, memotivasi orang lain, dan meyakinkan orang.

3. Keterampilan Teknik

  • Manajer memerlukan keterampilan teknik untuk melaksanakan pekerjaan spesifik tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Keterampilan untuk menggunakan alat-alat, teknologi, prosedur, dan teknik bidang khusus. Contohnya, seting, layout, dan grafis komputer; desain interior bangunan, layout perusahaan/ produksi, dan seni rias.

F. Evolusi Teori Manajemen

1. Teori Manajemen Klasik

  • Revolusi Industri (1780, Inggris) keadaan & permasalahaan pada industri
  • Subsitusi tenaga manusia oleh mesin
  • Perluasan pasar  Perluasan daerah jajahan
  • Pertumbuhan perusahaan & akumulasi sumber daya
  • Kurang manajer dan tenaga trampil

2. Teori Perilaku

  • Membedakan pemimpin dan bukan pemimpin
  • Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori X atau teori Y.
  • Teori X dan Y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur
Teori X :
  • Manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
  • Memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi.
  • Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
  • Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter
  • Karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah
Teori Y :
  • Kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya.
  • Pekerja tidak perlu terlalu diawasi karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan.
  • Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja.
  • Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
  • Pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik.
  • Karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya.

3. Teori Kuantitatif

  • Berkembang sejak Perang Dunia II, di mana saat itu Inggris ingin memecahkan beberapa persoalan yang sangat kompleks dalam perang.
  • Inggris kemudian membentuk Tim Riset Operasi (Reserch Operation), dipimpin oleh P.M.S Blackett. Tim ini terdiri dari ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya.
  • Beberapa contoh model manajemen operasi adalah : pengendalian persediaan seperti EOQ (Economic Order Quantity), simulasi, analisis break-event, programasi linier (linear programming)
  • Pendekatan kuantitatif memberikan sumbangan penting terutama dalam perencanaan dan pengendalian, juga membantu memahami persoalan manajemen yang kompleks. Dengan menggunakan model matematika, persoalan yang kompleks dapat disederhanakan.

Keterbatasan Aliran Kuantitatif  :

Sistem Informasi Manajemen Model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang, termasuk manajer. Pendekatan kuantitatif juga tidak melihat persoalan perilaku dan psikologi manusia dalam organisasi.
Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen di masa mendatang
  1. Dominan
    Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna
  2. Divergence
    Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
  3. Convergence
    Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur
  4. Sintesa
    Masing-masing aliran berintegrasi
  5. Proliferation
    Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi

G. Manajemen dan Lingkungan Eksternal

Lingkungan eksternal mikro terdiri dari:

  1. Supplier
  2. Customer
  3. Pemilik / Pemegang Saham
  4. Pesaing (Competitor)
  5. Serikat Buruh / Pekerja
  6. Masyarakat Global
  7. Masyarakat Keungan
  8. Pemerintah

Lingkungan eksternal makro terdiri dari:

  1. Perkembangan Teknologi
  2. Variabel-variabel ekonomi
  3. ingkungan Sosial-Kebudayaan
  4. Variabel-variabel Politik-hukum

1. Occupational Ethics atau Etika Profesi

Standar-standar yang mengatur tentang bagaimana anggota suatu profesi, perdagangan, atau keahlian harus bertindak atau bertingkah laku ketika melaksanakan pekerjaannya.
Contoh: medical ethics, mengatur bagaimana dokter dan perawat harus menangani pasiennya.

2. Individual Ethics

  • Standar-standar yang mengatur tentang bagaimana orang melihat tanggung jawabnya terhadap orang lain dan bagaimana mereka harus bertindak dalam situasi dimana kepentingan pribadinya dipertaruhkan.
  • Individual ethic dipengaruhi oleh keluarga, teman sebaya, dan didikan secara umum.

3. Organizational Ethics

  • Petunjuk praktis untuk perusahaan dan manajernya tentang bagaimana mereka harus bertanggung jawab terhadap stakeholdernya.
  • Etika individu dari pendiri perusahaan dan top manajernya sangat penting dalam pembentukan kode etik organisasi.

Pendekatan-pendekatan untuk tanggung jawab sosial

Tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab manajer perusahaan dan karyawan untuk membuat keputusan-keputusan yang melindungi, meningkatkan  kesejahteraan, dan kemakmuran stakeholder dan seluruh masyarakat.

Contoh-contoh perilaku yang menunjukkan tanggung jawab sosial

  1. Menyediakan pemotongan pembayaran untuk membantu para pekerja yang diberhentikan, sehingga mencukupi sampai mereka dapat menemukan pekerjaan lain.
  2. Menyediakan peluang kepada para pekerja untuk meningkatkan ketrampilan-ketrampilan mereka dan memperoleh pendidikan tambahan sehingga mereka dapat lebih produktif dan tidak menjadi tertinggal karena perubahan-perubahan di dalam teknologi.
  3. Mengizinkan karyawan untuk cuti ketika mereka membutuhkan dan menyediakan pelayanan kesehatan serta dana pensiun yang bermanfaat bagi karyawan.
  4. Berperan untuk memberikan derma atau dukungan pada berbagai aktivitas sosial di dalam kota atau kota-kota di mana mereka ditempatkan seperti membantu sekolah, beramal, dan sebagainya.
  5. Memutuskan mengeluarkan dana untuk  memperbaiki pabrik sehingga tidak menimbulkan polusi pada lingkungan.
  6. Memutuskan untuk menanam modal dalam negara-negara miskin.
  7. Memilih untuk membantu negara-negara lemah atau miskin dengan mengembangkan suatu dasar ekonomi sehingga dapat memperbaiki standar hidup.

Empat pendekatan berbeda yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial

  1. Obstructionist Approach
    Perusahaan dan manajernya memilih untuk tidak melakukan tindakan sesuai dengan tanggung jawab sosial dan sebagai penggantinya melakukan tindakan-tindakan ilegal dan tidak etis.
  2. Defensive Approach
    Perusahaan dan manajernya bertindak etis sebatas sesuai dengan hukum dan syarat-syarat legal. Masih ada kemungkinan melakukan tindakan-tindakan yang tidak etis.
  3. Accommodative Approach
    Perusahaan dan manajernya bertindak etis dan sesuai hukum, mencoba menyeimbangkan antara kepentingan-kepentingan stakeholder sesuai kebutuhan
  4. Proactive Approach
    Perusahaan dan manajernya secara aktif melakukan tanggung jawab sosialnya. Mereka mempelajari kebutuhan-kebutuhan stakeholder yang berbeda-beda dan menggunakan sumber daya organisasi untuk memenuhi kebutuhan stakeholder.

Mengapa harus memiliki tanggung jawab sosial?

  1. Dengan menunjukkan tanggung jawab social, Sistem Informasi Manajemen membantu perusahaan untuk memiliki reputasi yang baik, sehingga dapat meningkatkan bisnis dan meningkatkan kemampuan untuk memperoleh sumber daya dari stakeholder, meningkatkan keuntungan dan kemakmuran pemegang saham.
  2. Jika semua perusahaan melakukan tanggung jawab sosial seperti menyediakan pengobatan, dana pensiun, dan sebagainya, maka kualitas kehidupan akan meningkat, mengurangi kejahatan, kemiskinan, dan tingkat penganguran akan relatif rendah.

The Rule of Organizational Culture

Manajer berperan sangat penting dalam membangun nilai-nilai dan standar dalam perusahaan. Manajer menjadi model dalam bertingkah laku etis yang akan diikuti oleh karyawan di bawahnya. Jika manajer bertindak tidak etis maka karyawan di bawahnya juga tidak akan bertindak etis.

Ethics Ombudsman

Seorang manajer bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan dan mengajarkan standar-standar etika kepada semua karyawan dan memonitor kesesuaiannya dengan standar itu. Dengan membuat budaya etis dalam organisasi, membuat seluruh anggota dapat melakukan tindakan secara etis. Ethics Ombudsman dapat menjadi petunjuk ketika anggota organisasi tidak yakin apakah tindakannya etis atau tidak. Sudah paham Sistem Informasi Manajemen? Ya semoga saja.

H. Wewenang, Delegasi, Sentralisasi dan Desentralisasi

1. Definisi Wewenang

  • Menurut Louis A. Allen dalam bukunya, Management and Organization
    Wewenang adalah jumlah kekuasaan (powers) dan hak (rights) yang didelegasikan pada suatu jabatan.
  • Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel dalam bukunya, The Principles of Management
    Wewenang adalah suatu hak untuk memerintah / bertindak.
  • Menurut G. R. TerryWewenang adalah kekuasaan resmi dan kekuasaan pejabat untuk menyuruh pihak lain supaya bertindak dan taat kepada pihak yang memiliki wewenang itu.
  • Menurut R. C. Davis dalam bukunya, Fundamentals of Management
    Wewenang adalah hak yang cukup, yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan suatu tugas/kewajiban tertentu.
Jadi, wewenang adalah dasar untuk bertindak, berbuat dan melakukan kegiatan/aktivitas perusahaan.

Wewenang Terbagi Menjadi 3 (tiga) Jenis

  1. Line Authority (wewenang lini), wewenang manajer yang bertanggung jawab langsung, di seluruh rantai komando organisasi, untuk mencapai sasaran organisasi.
  2. Staff Authority (wewenang staf), wewenang kelompok, individu yang menyediakan saran dan jasa kepada manajer lini.
  3. Functional Authority (wewenang fungsional), wewenang anggota staf departemen untuk mengendalikan aktivitas departemen lain karena berkaitan dengan tanggung jawab staf spesifik.

Definisi Kekuasaan

Kuasa adalah kekuatan, seseorang yang disegani karena mempunyai kekuatan tertentu, baik kekuatan fisik, mental maupun karena mempunyai pengaruh yang cukup luas.

Sumber-sumber Kekuasaan

  1. Reward Power (kekuasaan menghargai), didasarkan pada kemampuan seseorang untuk memberi penghargaan kepada orang lain, untuk melaksanakan perintah/memenuhi persyaratan prestasi kerja.
  2. Coercive Power (kekuasaan memaksa), didasarkan pada kemampuan orang yang mempengaruhi untuk menghukum orang yang dipengaruhi jika tidak memenuhi persyaratan.lang
  3. Legitimate Power (kekuasaan sah), kekuasaan ini ada jika seseorang karyawan atau orang yang dipengaruhi mengakui bahwa orang yang mempengaruhi memang berhak untuk menggunakan pengaruh dalam batas-batas tertentu.
  4. Expert Power (kekuasaan keahlian), didasarkan pada persepsi / keyakinan bahwa orang yang mempengaruhi mempunyai keahlian relevan/pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi.
  5. Referent Power (kekuasaan rujukan), didasarkan pada keinginan orang yang dipengaruhi untuk dihubungkan dengan atau meniru orang yang mempengaruhi.

2. Definisi Dilegasi

Tindakan memberikan wewenang dan tanggung jawab formal untuk menyelesaikan aktivitas spesifik kepada bawahan, itu adalah dilegasi yang ada pada Sistem Informasi Manajemen.
Definisi Delegasi menurut para ahli
  1. Menurut Ralph C. Davis
    Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.
  2. Menurut Louis A. Allen
    Pendelegasian adalah proses yang diikuti oleh seorang manajer dalam pembagian kerja yang ditimpakan padanya, sehingga ia dapat memperoleh orang-orang lain untuk membantu pekerjaan yang tidak dapat ia kerjakan.

Sentralisasi

Sebagian besar wewenang/kekuasaan masih tetap dipegang oleh manajer puncak. Hanya sebagian kecil saja disebarkan ke seluruh struktur organisasi.

Desentralisasi

Sebagian kecil wewenang/kekuasaan dipegang oleh manajer puncak, sedang sebagian besar kekuasaan menyebar pada seluruh struktur organisasi.

I. Review Komptensi Dasar Sistem Informasi Manajemen

  1. Apakah Anda mampu menjelaskan Definisi Manajemen dan Manajer, Proses Manajemen, Ketrampilan dan peran Manajer, Pengertian Manajemen sebagai ilmu dan seni, Teori Manajemen Klasik, Teori Manajemen Perilaku, Teori Sistem Informasi Manajemen?
  2. Apakah Anda mampu menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen, baik langsung maupun tidak langsung serta Akibat pengaruh lingkungan terhadap Manajemen?
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen, baik langsung maupun tidak langsung serta Akibat pengaruh lingkungan terhadap Manajemen.

 

Bagi yang mau download filenya tinggal klik tombol download dibawah
DOWNLOAD

The post Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen appeared first on Susantokun.

]]>
https://www.susantokun.com/gambaran-umum-sistem-informasi-manajemen/feed/ 3
Deskripsi dan Tujuan Sistem Informasi https://www.susantokun.com/deskripsi-dan-tujuan-sistem-informasi/ https://www.susantokun.com/deskripsi-dan-tujuan-sistem-informasi/#respond Fri, 10 Mar 2017 02:29:00 +0000 https://susantokun.com/2017/03/10/deskripsi-dan-tujuan-sistem-informasi/ Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang salah satu mata kuliah yang di universitas saya itu ada di semester 6 yaitu Sistem Informasi yang berjudul Tujuan Sistem Informasi. Pertemuan pertama atau pertama kali tatap muka dengan dosen yang baru maupun yang sudah pernah mengajar pasti ada yang namanya pendahuluan yang diawali pada hari pertama pembelajaran yang …

The post Deskripsi dan Tujuan Sistem Informasi appeared first on Susantokun.

]]>
Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang salah satu mata kuliah yang di universitas saya itu ada di semester 6 yaitu Sistem Informasi yang berjudul Tujuan Sistem Informasi. Pertemuan pertama atau pertama kali tatap muka dengan dosen yang baru maupun yang sudah pernah mengajar pasti ada yang namanya pendahuluan yang diawali pada hari pertama pembelajaran yang didalamnya setiap dosen pasti berbeda-beda dalam menyampaikan pendahuluan tersebut, ada yang perkenalan jika memang baru bertemu kemudian menjelaskan kontrak perkuliahan dan proporsi penilaian, ada juga yang langsung ke materi.

Pada pertemuan pertama dalam mata kuliah Sistem Informasi saya berkesempatan bertemu kembali untuk satu semester dengan bu Lita Karlita Sari, S.Kom., MMSI. Semester 5 beliau mengajar Analisis Perancangan Sistem dan mengajar kelas I dan J juga, maka saat pertama pembelajaran beliau langsung ke kontrak perkuliahan dan proporsi penilaian kemudian dilanjutkan dengan beberapa gambaran kedepannya akan seperti apa, begitulah beliau pada saat pertemuan pertama. Semoga dengan artikel ini dapat membantu sobat-sobat susantokun yang sedang mencari ilmu demi masa depan bangsa Indonesia kearah yang lebih maju dan semakin maju, khususnya saya tujukan kepada teman-teman ilkom J.

Pendahuluan Sistem Informasi

Deskripsi Singkat

Materi kuliah mencakup Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (Konsep Dasar SIM), Teknologi Penunjang untuk Perancangan, Operasionalisasi dan Pengembangan SIM (Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK), Pemanfaatan SIM dan TIK dalam Berbagai Bidang, dan Pemanfaatan SIM dan TIK dalam Pengembangan Jaringan Kerja. Lingkup bahasan meliputi SIM secara umum, SIM dan Pengambilan Keputusan, SIM dan Kepemimpinan, e-Business, e-Commerce, serta SIM dan Jejaring Kerja.

Tujuan Pembelajaran Sistem Informasi

  • Mahasiswa memahami pengertian dan konsep dasar SIM.
  • Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Perencanaan, Pengembangan, Operasionalisasi, dan Perawatan SIM.
  • Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menunjang operasionalisasi SIM.
  • Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menunjang pelaksanaan Manajemen .
  • Mahasiswa memiliki ketrampilan untuk memanfaatkan SIM, TIK, dan Fasilitas-Internet untuk menunjang manajemen, bisnis dan pengembangan jejaring kerja.

Capaian Pembelajaran Perkuliahan (Course Learning Outcomes – CLO)

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mempunyai kemampuan:
  1. Menjelaskan pengertian dan konsep dari Sistem Informasi Manajemen.
  2. Menjelaskan langkah-langkah dalam perancangan, pengembangan, dan perawatan Sistem Informasi Manajemen.
  3. Mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen.
  4. Memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen untuk menunjang kegiatan Manajemen, kegiatan Bisnis, dan pengembangan Jejaring Kerja.
  5. Menjelaskan dan memanfaatkan teknologi penunjang SIM, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pelaksanaan manajemen dan bisnis.
  6. Memanfaatkan SIM, TIK, dan Internet untuk pengembangan jejaring kerja.

Materi Pembelajaran atau Pokok Bahasan/Topik

  1. Gambaran  Umum Sistem Informasi Manajemen (SIM),
  2. SIM dan Pengambilan Keputusan,
  3. SIM dan Kepemimpinan,
  4. SIM dan Sistem Penunjang Keputusan (DSS),
  5. Perancangan, Pengembangan, dan Perawatan SIM,
  6. SIM dan Aplikasi di berbagai bidang,
  7. Praktek SIM,
  8. Teknologi Penunjang SIM (1) : Hardware dan Software Computer,
  9. Teknologi Penunjang SIM (2) : Telekomunikasi dan Jaringan,
  10. Manajemen Sumber Daya Data,
  11. Pemanfaatan Multi media dan WEB dalam Bisnis,
  12. Sistem Electronic Business (e-Business),
  13. Sistem Electronic Commerce (e-Commerce),
  14. Pemanfaatan SIM, TIK, dan WEB untuk Pengembangan Jejaring Kerja.

Evaluasi yang direncanakan sebagai Tujuan Sistem Informasi

  • Setiap mahasiswa dievaluasi berdasarkan:
  • Daftar Kehadiran (DHMD) 15%,
  • Nilai Tugas (Individu & kelompok) 25%,
  • Nilai UTS 25%,
  • Nilai UAS 35%.

Bahan, Sumber Informasi, dan Referensi

  • Bahan : Modul Kuliah
  • Sumber Informasi : Text Books, Jurnal, dan Artikel dari Internet.

Referensi Tujuan Sistem Informasi

  1. Adi Nugroho : E-Commerce : Memahami Perdagangan Modern di dunia Maya, Penerbit INFORMATIKA, Jakarta, 2006.
  2. Babu, A. R., Singh, Y. P. & Sachdeva, R. K., Establishing a Manegement Information System, http://www.yahoo.com, January, 2008.
  3. Eko Nugroho : Sistem Informasi Manajemen : Konsep, Aplikasi, & Perkembangannya, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2008.
  4. Gaol, Chr. Jimmy L. : Sistem Informasi Manajemen : Pemahaman dan Aplikasi, GRASINDO, Jakarta, 2008.
  5. Hapzi Ali & Tony Wangdra : Technopreneurship : Dalam Perspektif Bisnis Online, Baduose Media, 2010.
  6. Jogiyanto H.M. : Sistem Teknologi Informasi, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2003.
  7. Laudon, Kenneth C. & Jane P. : Sistem Informasi Manajemen : Mengelola Perusahaan Digital, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2005.
  8. McLeod, Raymond, Jr. : Sistem Englewood Clift, New Jersey: Informasi Manajemen, Jilid I, Prentice Hal Inc,. 1995.
  9. McLeod, Raymond, Jr. : Sistem Englewood Clift, New Jersey: Informasi Manajemen, Jilid II, Prentice Hal Inc,. 1995.
  10. McLeod, Raymond, Jr & S McLeod, Raymond, Jrchell, George, P. : Sistem Informasi Manajemen Edisi 10, Penerbit SALEMBA EMPAT, Jakarta, 2008.
  11. McLeod, Jr. R. & Schell, G. P. Sistem Informasi Manajemen (diterjemahkan oleh Heri Yulianto), Jakarta, INDEKS, 2007.
  12. O’brein, J. A.: Management Information System, Managing Information Technology in the next Worked Enterprise, Irwin, Inc., Chicago, 1990.
  13. O’Brien, James A, Introduction to Information Systems, McGraw-Hill, 2005
  14. Siagian, S. P., Sistem Informasi Manajemen, Jakarta, Bumi Aksara, 2006.
  15. Terjemahan : Pengantar Sistem Informasi – Prespektif Bisnis dan Managerial, Penerbit Salemba Empat, ISBN 979-691-223-6, 2008.
  16. Turban, Efraim, dkk : Decision Support Systems and Intelligent Systems Jilid I, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2007.
  17. Turban, Efraim, dkk : Decision Support Systems and Intelligent Systems Jilid II, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2005.
  18. Witarto : Memahami Sistem Informasi, Penerbit INFORMATIKA, Bandung, 2004.
  19. Widyono & Mukhaer Pakkanna :  Pengantar Bisnis : Respon Terhadap Dinamika global, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta, 2011.
Keterangan :
Bagi yang mau download filenya tinggal klik tombol download dibawah

The post Deskripsi dan Tujuan Sistem Informasi appeared first on Susantokun.

]]>
https://www.susantokun.com/deskripsi-dan-tujuan-sistem-informasi/feed/ 0