RPL – Susantokun https://www.susantokun.com Situs Edukasi, Tips dan Tutorial Sat, 08 Apr 2017 11:14:17 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.2 Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL https://www.susantokun.com/perencanaan-tujuan-perangkat-lunak-rpl/ https://www.susantokun.com/perencanaan-tujuan-perangkat-lunak-rpl/#comments Tue, 07 Mar 2017 23:29:00 +0000 https://susantokun.com/2017/03/07/perencanaan-tujuan-perangkat-lunak-rpl/ Tujuan Perangkat Lunak RPL. Sebagai lanjutan dari pertemuan yang pertama yaitu Pertemuan ke-1 Rekayasa Perangkat Lunak. Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL Estimasi Tujuan Perangkat Lunak RPL Estimasi (perkiraan) adalah dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek karena tanpa estimasi maka proyek tidak dapat berjalan dengan baik. Tahap perencanaan PL bertujuan untuk menyediakan sebuah kerangka kerja sehingga manajer …

The post Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL appeared first on Susantokun.

]]>
Tujuan Perangkat Lunak RPL. Sebagai lanjutan dari pertemuan yang pertama yaitu Pertemuan ke-1 Rekayasa Perangkat Lunak.

Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL

Estimasi Tujuan Perangkat Lunak RPL

  1. Estimasi (perkiraan) adalah dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek karena tanpa estimasi maka proyek tidak dapat berjalan dengan baik.
  2. Tahap perencanaan PL bertujuan untuk menyediakan sebuah kerangka kerja sehingga manajer dapat membuat estimasi mengenai sumber daya, biaya, dan jadwal.

Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL

Hal-hal yang harus dimengerti oleh seorang pemimpin proyek dalam perencanaan proyek PL:
  1. Batasan dari pekerjaan yang akan dikerjakan
  2. Sumber daya yang diperlukan
  3. Tugas yang akan dikerjakan
  4. Kendala dan batasan
  5. Biaya dan jadwal kerja

Aktivitas Tujuan Perangkat Lunak RPL

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada tahap perencanaan PL:
  1. Mengenali Masalah
  2. Mendefinisikan Masalah
  3. Menyusun Tujuan Sistem
  4. Mengidentifikasi Kendala Sistem
  5. Melakukan Studi Kelayakan
  6. Membuat Proposal Proyek Studi
  7. Menyetujui atau Tidak Menyetujui Proyek Studi
  8. Menetapkan Mekanisme Pengendalian

Mendefinisikan masalah yang dihadapi pemakai.

Bila pemakai mengetahui bahwa ada masalah yang muncul, maka ia harus memahaminya dengan cukup baik agar dapat melakukan pemecahannya. Hal ini akan membutuhkan studi mengenai sistem secara menyeluruh. Pemakai hanyalah perlu mengidentifikasi dimana masalah tersebut berada dan apa kesulitan umumnya, selanjutnya staff ahli teknologi informasi akan membantu dalam pemecahannya.

Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup.

Sebelum proyek direncanakan, objektivitas dan ruang lingkupnya harus ditetapkan, pemecahan alternatifnya harus dipertimbangkan, teknik dan batas pun harus didefinisikan. Pengembang dan pemakai perangkat lunak harus bertemu untuk menentukan tujuan dan ruang lingkup proyek. Tujuan mengidentifikasi seluruh kebutuhan proyek tanpa mempertimbangkan bagaimana tujuan-tujuan tersebut akan dicapai, dan ruang lingkup mengidentifikasi data-data fungsi dan perilaku yang menandai masalah serta mengikat karakteristik-karakteristik tersebut secara kuantitatif. Setelah tujuan dan ruang lingkup proyek dipahami, maka pemecahan alternatifnya dapat dipertimbangkan.

Memilih prioritas penanganan masalah.

Perencanaan sistem dimulai setelah ada usulan baik dari pihak intern maupun ekstern, dilanjutkan dengan keputusan manajemen. Usulan perubahan sistem dari pihak intern tidak hanya berisi berbagai masalah yang dihadapi oleh sistem lama seperti biaya operasional yang tinggi, pembuatan order yang sering lambat dan laporan yang tidak up to date, tetapi juga dapat berupa usulan penyempurnaan terhadap sistem yang sudah ada seperti peningkatan efisiensi atau kontrol. Usulan-usulan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari manajemen karena menyangkut biaya, perubahan sistem kerja, keamanan data, hubungan dengan pelanggan, dan sebagainya.

Mengestimasi sumber daya yang diperlukan.

Aktivitas pertama yang dilakukan pada perencanaan proyek adalah estimation (perkiraan). Estimasi (perkiraan) menjadi dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek yang lain, dan perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak, oleh karena itu tanpa melakukan estimasi maka proyek tidak dapat berjalan dengan baik. Perencanaan perangkat lunak bertujuan untuk menyediakan sebuah kerangka kerja sehingga manajer dapat membuat estimasi mengenai sumber daya, biaya, dan jadwal.

Mengidentifikasi Pemakai Akhir Sistem

Sebuah perangkat lunak dianggap berkualitas jika memenuhi kebutuhan pelanggan (customer) dan sesuai dengan keinginan pelanggan (customer).
Membuat Laporan Hasil Pendefinisian Masalah (Proposal Aplikasi)
Melakukan studi kelayakan (feasibility study)

Studi Kelayakan (Feasibilitas)

  1. Kelayakan Technical
    Studi mengenai fungsi, kinerja, dan batasan yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai sistem atau produk yang dapat diterima.
  2. Kelayakan Economic
    Analisis biaya dan keuntungan: menggambarkan biaya untuk pengembangan proyek dan keuntungan yang nyata dari suatu sistem.
  3. Kelayakan Legal
    Menyangkut rentang yang luas dari kepentingan yang menyangkut kontrak, liabilitas, pelanggaran, dan banyaknya jebakan lain yang sering tidak diketahui oleh staf teknik.
  4. Kelayakan Operational
    a. PL dapat memenuhi spesifikasi dan maksud/tujuan yang diinginkan oleh user (correctness)
    b. PL dapat bekerja dengan baik menurut spesifikasi yang dipersyaratkan dalam kurun waktu tertentu (reliability)
    c. PL dapat mengurangi penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk proses komputasi, dan instruksi yang terdapat pada program untuk menjalankan suatu fungsi tertentu
    d. PL dapat mengendalikan hak akses bagi pemakai atau pemakai yang tidak berwenang terhadap program dan data.
    e. PL dapat dimengerti dan digunakan oleh pemakai dengan baik (usability).
  5. Kelayakan Schedule
    Menyangkut penanganan sistem, atau kompleksitasnya, atau sesuai dengan keahlian dari tim proyek sistem, berhasil menyelesaikan proyek dalam waktu yang layak

Kebutuhan-kebutuhan PL

  1. Kebutuhan fungsional: menyajikan suatu pelayanan, operasi dan transformasi data dsb kepada user.
  2. Kebutuhan non-fungsional: menentukan batasan-batasan dimana PL harus dioperasikan.
  3. Antar-muka pemakai.
  4. Antar-muka eksternal/ sistem dengan sistem lain.
  5. Perangkat keras (hardware).
  6. Database.
  7. Penanganan kesalahan (error handling).
  8. Implementasi rancangan, petunjuk dan panduan pengujian.

Sumber Daya 

Sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak:
Tujuan Perangkat Lunak RPL
  • Lingkungan pengembangan – piranti keras dan perangkat lunak berada pada pondasi piramid sumber daya yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung usaha pengembangan.
  • Komponen perangkat lunak reusable – blok bangunan perangkat lunak yang dapat mengurangi biaya pengembangan secara dramatis dan mempercepat penyampaian.
  • Manusia – adalah sumber daya utama.

Keterangan :
Bagi yang mau download filenya tinggal klik tombol download dibawah

The post Perencanaan Tujuan Perangkat Lunak RPL appeared first on Susantokun.

]]>
https://www.susantokun.com/perencanaan-tujuan-perangkat-lunak-rpl/feed/ 4
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) https://www.susantokun.com/rekayasa-perangkat-lunak-rpl/ https://www.susantokun.com/rekayasa-perangkat-lunak-rpl/#comments Tue, 07 Mar 2017 05:07:00 +0000 https://susantokun.com/2017/03/07/rekayasa-perangkat-lunak-rpl/ Pertemuan ke-1 Rekayasa Perangkat Lunak – susantokun. Jadi kali ini saya bakal posting tentang mata kuliah RPL atau kepanjangan dari Rekayasa Perangkat Lunak yang saya dapatkan dari Bpk. Boldson Herdianto Situmorang, Skom., MMSI selaku dosen dari mata kuliah tersebut. Rekayasa Perangkat Lunak Perangkat lunak (software) adalah sekumpulan program atau instruksi yang dibuat untuk menjalankan fungsi …

The post Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) appeared first on Susantokun.

]]>

Pertemuan ke-1 Rekayasa Perangkat Lunaksusantokun. Jadi kali ini saya bakal posting tentang mata kuliah RPL atau kepanjangan dari Rekayasa Perangkat Lunak yang saya dapatkan dari Bpk. Boldson Herdianto Situmorang, Skom., MMSI selaku dosen dari mata kuliah tersebut.

Rekayasa Perangkat Lunak

Perangkat lunak (software) adalah sekumpulan program atau instruksi yang dibuat untuk menjalankan fungsi tertentu.

3 kategori software:

  1. System Software : sekumpulan program yang ditulis untuk melayani program-program yang lain.
    Jenis-jenis system software:
    a. Sistem operasi: software yang berfungsi untuk mengkonfigurasikan komputer agar dapat menerima berbagai perintah dasar yang diberikan sebagai masukan. Contoh: DOS, Windows, Linux, Unix, dsb
    b. Program utility: software yang berfungsi untuk mengisi kekurangan/ kelemahan dari sistem operasi. Contoh: Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dsb.
  2. Application Software: program siap pakai yang digunakan untuk membantu user agar dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Contoh: Ms. Excel, Ms. Word, Ms. Power Point, MYOB, SPSS, Adobe Photoshop, dsb.
  3. Programming Language: software bahasa komputer yang digunakan dengan cara merancang, atau membuat program sesuai dengan struktur dan metode yang dimiliki oleh bahasa program itu sendiri. Contoh: C, C++, Java, Cobol, Fortran, Delphi, Visual Basic, dsb

Jenis-jenis aplikasi perangkat lunak (application software)

  1. Perangkat lunak real-time (real time software)
    Program-program yang memonitor/ menganalisis/ mengontrol kejadian-kejadian sesungguhnya (sedang berlangsung) di dunia.
  2. Perangkat lunak bisnis (business software)
    Aplikasi perangkat lunak yang memproses informasi bisnis, seperti Payroll, Account Receivable, Account Payable, Inventory, dll.
  3. Perangkat lunak teknik dan ilmu pengetahuan (engineering and scientific software)
    Aplikasi perangkat lunak yang menggunakan algoritma number crunching.
    Contoh: Computer Aided Design (CAD), System Simulasi, dll.
  4. Perangkat lunak embedded (embedded software)
    Aplikasi perangkat lunak yang dipakai untuk mengontrol hasil serta sistem untuk keperluan konsumen dan pasar industri.
    Contoh: key pad control untuk microwave, fungsi digital pada sebuah automobil untuk kontrol bahan bakar, penampilan dashboard, sistem rem, dll.
  5. Perangkat lunak komputer personal (personal computer software)
    Contoh: pengolahan kata, spreadsheet, grafik komputer, multimedia, hiburan, manajemen database, dll
  6. Perangkat lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence software)
    Aplikasi perangkat lunak yang menggunakan algoritma non-numeris untuk memecahkan masalah kompleks yang tidak sesuai untuk perhitungan atau analisis secara langsung.
    Contoh: artificial neural network

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

Rekayasa perangkat lunak adalah proses mengubah perangkat lunak untuk dikembangkan, dipelihara, dan dibangun kembali melalui prinsip rekayasa untuk menghasilkan perangkat lunak baru yang berkualitas tinggi secara ekonomis dan handal.

Tujuan RPL: 

  1. Biaya produksi rendah.
  2. Kinerja program yang tinggi.
    Kinerja program akan dipengaruhi oleh keandalan perangkat keras, dan kebutuhan penggunanya yang ingin lebih baik.
  3. Portabilitas yang tinggi.
    Portabilitas: kemampuan mentransfer PL dari suatu jenis komputer ke komputer lainnya
  4. Biaya perawatan yang rendah.
  5. Menghasilkan output yang berdaya guna bagi pemakai dan tepat waktu.

Paradigma RPL

Pengembangan PL meliputi teknologi yang menggabungkan metode-metode teknis, alat-alat bantu otomatis, dan prosedur-prosedur.
  1. Metode
    Menyediakan cara bagaimana secara teknis membangun PL.
  2. Alat Bantu
    Alat bantu RPL yang otomatis dikelompokkan ke dalam Computer Aided Software Engineering (CASE), meliputi:
    – Data Flow Diagram (DFD)
    – Entity Relationship Diagram (ERD)
    – Entity Relationship for Windows (ERWIN)
    CASE berfungsi untuk mengkombinasikan/ menggabungkan software, hardware, & database RPL untuk menciptakan lingkungan RPL yang analog dengan CAD/CAE (Computer Aided Design/ Computer Aided Engineering) untuk perangkat keras.
  3. Prosedur
    – Merupakan penggabungan antara metode dengan alat bantu.
    – Mendefinisikan urutan (sequence) metode yang akan digunakan oleh seorang engineer.
    – Mendefinisikan kontrol yang membantu keyakinan kualitas dan perubahan koordinasi, dan mendefinisikan keluaran.
    – Mendefinisikan “milestone” yang memungkinkan manager memperkirakan kemajuan.
Paradigma RPL dipilih berdasarkan sifat dari proyek dan aplikasi, metode dan alat bantu yang digunakan, serta kontrol dan keluaran yang dibutuhkan.

Jenis-jenis metodologi proyek PL

  1. Siklus hidup (life cycle)
  2. Model spiral
  3. Model waterfall
  4. Joint Application Development (JAD)
  5. Information Engineering (IE)
  6. Rapid Application Development (RAD)
  7. Prototyping
  8. Spiral Boehm
  9. Unified Process (UP)
  10. Structural Analysis and Design (SAD)
  11. Framework for The Application of System Thinking (FAST)
Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC)
Siklus Hidup dengan Model Waterfall
Model Prototype
Model Prototype

Prototype

  1. Prototype adalah implementasi dari PL yang fungsinya dibatasi, reliabilitas rendah, tampilannya sederhana, dan kurang ketegasan.
  2. Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya.
  3. Proses menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping.

Tujuan prototyping

  1. Membantu pengembangan persyaratan, jika tidak dapat ditentukan dengan mudah.
  2. Mengesahkan persyaratan, khususnya dengan customer dan user yang potensial.
  3. Menyajikan sebagian tempat pengembangan, jika menggunakan strategi pengembangan evolusi prototype.

Keuntungan prototyping bagi engineer:

  1. Kesalahpahaman antara system developer dan system user dapat diidentifikasi dan dibetulkan.
  2. Prototype yang sedang bekerja mungkin berguna dalam pembuktian manajemen dimana suatu proyek adalah feasibel sehingga menjamin kelangsungan dukungan.

Alasan-alasan perlunya prototyping

  1. Komunikasi antara analis sistem dan pemakai membaik.
  2. Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
  3. Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
  4. Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem.
  5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
  6. Menghemat biaya pengembangan dan meningkatkan kepuasan pemakai dengan sistem yang dihasilkan.
Model Spiral Rekayasa Perangkat Lunak
Model Spiral
Keterangan :
Bagi yang mau download filenya tinggal klik tombol download dibawah

The post Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) appeared first on Susantokun.

]]>
https://www.susantokun.com/rekayasa-perangkat-lunak-rpl/feed/ 11